Berita terkini, informasi terbaru Indonesia
Health  

10 Fakta dan Mitos Skincare, Jangan Sampai Salah!

Fakta dan mitos tentang skincare

Trend skincare memberi banyak dampak positif, salah satunya yaitu meningkatkan awareness terhadap kesehatan kulit. Sayangnya, hal ini juga berdampak pada munculnya beberapa mitos yang cukup unik dan aneh. Ulasan kali ini, kami akan membahas fakta dan mitos skincare.

Fakta dan Mitos Seputar Skincare

Pemahaman skincare yang baik bisa membantu kamu dalam menentukan mana fakta yang sebaiknya kamu maksimalkan penggunaannya, atau justru sebaliknya. Berikut 10 fakta sekaligus mitos tentang skincare yang wajib kamu ketahui. 

FAKTA: Sunscreen Tahapan Skincare Wajib Meski di Rumah

sunscreen

Meski tidak 100% setara, sinar matahari yang masuk ke rumah lewat ventilasi juga berbahaya karena membawa sinar UV. Bahkan, tidak hanya matahari, sinar dari produk elektronik seperti HP atau Laptop juga bisa mempercepat proses penuaan. 

Sinar UV ini kurang baik untuk kesehatan kulit. Oleh karena itu, sebaiknya kamu tetap mengaplikasikan sunscreen setiap saat, meski hanya di rumah sekalipun. Kandungan sunscreen yang kamu gunakan saat berada di rumah boleh berbeda dengan sunscreen ketika berada di outdoor.

Di samping itu, fakta tentang skincare juga menyebutkan jika sunscreen menjadi salah satu kunci untuk memaksimalkan kinerja skincare routin. Tanpa sunscreen, semahal apa pun skincare yang kamu gunakan akan percuma.

FAKTA: Tidak Perlu Lakukan Eksfoliasi Setiap Hari

eksfoliasi wajah

Banyak orang yang masih meyakini mitos pada skincare bahwa melakukan eksfoliasi sebaiknya setiap hari agar kulit bersih maksimal. Padahal, ini bisa cukup berbahaya untuk kesehatan kulit. Kenapa?

Faktanya, eksfoliasi kulit berlebih dapat menimbulkan berbagai dampak buruk untuk kesehatan kulit. Misalnya seperti timbulnya iritasi. 

Ingat, eksfoliasi itu mengangkat sel kulit mati. Sementara sel kulit mati itu tidak setiap hari berjumlah banyak dan memerlukan eksfoliasi. Bukannya bersih, yang ada kulit justru semakin tipis dan jadi sensitif berlebih. Parahnya, ini bisa memicu breakout! 

Waktu eksfoliasi paling aman adalah dua hingga tiga kali seminggu saja. Yakin mau eksfoliasi tiap hari? 

FAKTA: Facial Wash Sebaiknya Tidak Membuat Kulit Kencang Tertarik

facial wash

Fakta dan mitos tentang skincare berikutnya adalah tentang penggunaan facial wash atau sabun cuci muka dengan sensasi kesat, kencang, dan ketarik.

Anggapan tentang sensasi kulit kencang seperti tertarik berarti kulit bersih setelah cuci muka adalah tidak benar. Padahal tipe sabun muka seperti tertarik atau kencang ini perlu kamu hindari. Apalagi jika punya tipe wajah kering.

Apabila kamu memerlukan sabun wajah yang efektif, pilih facial wash yang justru tidak menimbulkan sensasi kesat atau ketarik dan kencang. Akan tetapi, pilih yang gentle dengan komposisi bahan aktif yang maksimal. 

MITOS: Kulit Berminyak Tidak Butuh Moisturizer

moisturizer untuk kulit berminyak

Sebum atau minyak alami kulit berbeda dengan kandungan hidrasi moisturizer. Tanpa adanya pelembab, kulit berminyak justru rentan dehidrasi dan minyak atau sebum yang ada dalam kulit justru semakin menumpuk. 

Padahal, sebum bisa menjadi sarang polusi dan bakteri yang membuat kulit rentan terkena berbagai permasalahan. Misalnya seperti bruntusan bahkan hingga jerawat. 

Cara kerja moisturizer ini sama dengan kompres demam. Saat demam, tubuh akan memproduksi suhu tinggi, menyesuaikan suhu ruang yang lebih rendah. Dengan kompres hangat, maka tubuh akan menganggap suhu di ruangan sudah hangat, sehingga tubuh bisa mengurangi produksi panas berlebih.

Begitu pula dengan moisturizer. Karena sudah terhidrasi dengan baik, maka produksi sebum juga akan berangsur menurun. Ini bisa terjadi karena tubuh menganggap jika kulit sudah lembab, sehingga tidak memerlukan lagi produksi minyak berlebih.

MITOS: Tidak Boleh Mengkombinasikan Skincare Lintas Brand

kombinasi skincare

Tidak ada salahnya jika kamu ingin mengkombinasikan berbagai produk perawatan lintas brand. Kondisi ini memang sangat memungkinkan terlebih jika satu rangkaian produk dalam satu brand terasa menguras kantong.

Jika memang kepepet menggunakan lebih dari satu brand, It’s Okay! Hanya saja, tetap perhatikan komposisi yang terkandung dalam skincare tersebut. 

Jangan sampai kamu menyatukan dua bahan aktif yang tidak boleh tercampur. Jika sampai ini terjadi, siap-siap kulit bakalan break out!

MITOS: Semakin Tinggi SPF, Semakin Tinggi Proteksi Kulit

spf

Saat ini, banyak brand sunscreen yang hanya menonjolkan SPF saja. Padahal, fakta mengenai skincare yang berkaitan dengan hal ini menunjukkan bahwa tinggi atau rendahnya SPF itu tergantung kondisi dan kebutuhan kulit. 

Hal ini bisa terjadi lantaran proteksi antara SPF satu dan lainnya, misal SPF 30 dan SPF 50, tidak jauh berbeda. Penggunaan keduanya bisa kamu pilih sesuai dengan kondisi kulit.

Misalnya saja SPF 50 yang comedogenic kurang cocok untuk kondisi kulit sensitif dan mudah berjerawat. Dengan demikian, SPF 30 sudah cukup untuk kondisi kulit seperti ini. 

MITOS: Semakin Mahal Harga Skincare, Semakin Maksimal Hasilnya

harga skincare

Belum tentu harga produk perawatan kulit bisa sesuai dengan hasilnya. Meskipun sudah pasti kandungan yang ada di dalam produk tersebut memiliki kualitas terbaik.

Kenapa bisa begitu?

Kembali lagi, penggunaan dan pemilihan skincare harus sesuai dengan kondisi kulit, tidak hanya sesuai dengan permasalahannya saja. 

Misalnya kamu memilih produk pencerah untuk kulit normal, tapi kulit kamu tipe sensitif. Otomatis ini bisa menimbulkan jerawat dan breakout parah karena ingredients yang kurang tepat. 

Jadi, ketahui tipe kulit kamu, baru pilih produk sesuai permasalahannya. Jangan hanya berpaku pada harga produk saja.

MITOS: Membesarkan dan Mengecilkan Pori-pori

mengecilkan pori-pori

  Mungkin sampai saat ini kamu masih percaya kalau pori-pori itu bisa membesar dan mengecil saat kamu kompres menggunakan es atau air hangat. Padahal, realitanya tidak demikian.

Pori-pori tidak dapat membesar atau mengecil layaknya daun jendela. Bisa saja pori-pori meregang. Tapi ini bisa terjadi seiring bertambahnya usia dan genetika. 

Jika kamu terganggu dengan ukurannya yang cukup besar, kamu bisa menguranginya sedikit demi sedikit dengan produk perawatan tipe eksfoliasi. Itu pun harus yang sudah mendapatkan persetujuan dokter. 

MITOS: Penyedot Komedo Aman Untuk Kulit

Secara fungsi, alat penyedot komedo bisa mengangkat komedo. Namun, alat ini tidak dapat bekerja secara maksimal. Apalagi untuk kasus komedo yang tertutup. 

Untuk kamu yang punya kulit berjerawat aktif, alat ini bisa saja mengiritasi kulit. Oleh karena itu, alat ini hanya cocok untuk komedo ringan dan terbuka saja. 

Jika komedo sudah sangat menumpuk dan menyumbat, sampai-sampai menimbulkan jerawat, sebaiknya langsung konsultasi dengan dokter. 

Sebab, saat tidak berhati-hati dalam menggunakannya, alat ini justru akan mengiritasi kulit. Daya hisapnya yang cukup kuat juga bisa membuat kulit kemerahan. 

MITOS: Rasa Perih dan Breakout Awal Pemakaian Skincare Adalah Detox

breakout

Fakta mitos skincare terakhir ada hubungannya dengan pemakaian awal skincare dan detox kulit. 

Sesuai namanya, skincare berfungsi untuk menyehatkan dan menjaga kesehatan kulit. Tapi, bagaimana jika pada awal-awal pemakaian produk perawatan justru breakout? 

Mungkin kamu akan menganggap ini sebagai detox kulit. Faktanya, istilah detox kulit itu sebenarnya tidak ada. 

Jika sejak awal pemakaian skincare sudah memunculkan jerawat atau bahkan breakout, sebaiknya segera hentikan pemakaiannya. Ini bisa saja disebabkan karena kandungan dalam skincare tersebut tidak sesuai dengan kulit kamu atau justru produk tersebut palsu atau abal-abal.

Jadi, jangan percaya seller yang bilang kalau awal-awal pemakaian skincare itu adalah masa detox!Jadi, pahami fakta dan mitos skincare agar kamu bisa memahami penggunaan produk perawatan kulit dengan baik. Gunakan skincare dengan bijak dan terus gali informasi tentang kesehatan kulit agar kulit lebih sehat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *